Tuntaskan Orientasi Tim Pendamping Keluarga, DIY Siap Dampingi Keluarga Berisiko Stunting

Pelaksanaan kegiatan Orientasi bagi Tim Pendamping Keluarga Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman (15/12/2021) merupakan sesi terakhir dari rangkaian pelatihan bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim Pendamping Keluarga atau dikenal dengan TPK, memiliki anggota yang terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB. Jumlah TPK di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah 1.852 tim.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin, SH., MM, Panewu Kapanewon Cangkringan Djaka Sumarsono, AP, M.Si, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sleman, Widyaiswara Perwakilan BKKBN DIY serta Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) di Kapanewon Cangkringan.

Dalam sambutannya, Panewu Kapanewon Cangkringan menyampaikan bahwa angka pernikahan dini di Kapanewon Cangkringan masih cukup tinggi dengan beberapa kasus kehamilan yang tidak diinginkan atau KTD. Hal itu dapat menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan stunting, sehingga diharapkan TPK dapat membantu dalam mendampingi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang hal tersebut. Sedangkan untuk program vaksinasi Covid-19, telah dilaksanakan rapat koordinasi untuk meningkatkan capaian.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, membuka arahannya dengan menyampaikan terima kasih kepada setiap unsur yang ikut serta dalam percepatan penurunan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kapanewon Cangkringan. Tugas utama BKKBN adalah menangani masalah Kependudukan dan Keluarga Berencana di Indonesia. Stunting, sebetulnya menjadi salah satu isu yang berkaitan dengan empat terlalu atau 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak melahirkan. Kondisi 4T tersebut dapat menjadi salah satu faktor penyebab stunting.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan dana yang cukup besar dan koordinasi antar kementerian/lembaga/dinas dan mitra kerja. Ditunjuknya BKKBN sebagai koordinator, mengharuskan untuk membina hubungan dan melakukan sinergi lebih erat lagi dengan mitra kerja. Inovasi-inovasi pun dilakukan oleh BKKBN, salah satunya dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) ini. Kegiatan orientasi bagi TPK diharapkan dapat memberikan gambaran apa saja yang harus dilakukan dalam mendampingi keluarga yang terindikasi stunting, sehingga diharapkan angka stunting di DIY dapat terus menurun bahkan mencapai zero stunting. Menutup sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY menyampaikan motivasi bagi seluruh anggota TPK yang hadir pada saat itu.

-Humas-